Sabtu, 16 Januari 2010

Budidaya Lengekeng


LENGKENG

Deskripsi
Buah lengkeng berbentuk bulat dengan ukuran kurang lebih sebesar kelereng. Buah ini bergerombol pada malainya. Kulit buahnya berwarna cokelat muda sampai kehitaman dengan permukaan agak berbintil-bintil. Daging buahnya berwarna putih bening clan berair. Rasanya sangat manis dengan aroma harum yang khas. Bijinya berbentuk bulat, terdiri dari dua keping, dan dilapisi kulit biji yang berwarna hitam. Daging bijinya sendiri berwarna putih, mengandung karbohidrat, sedikit minyak, dan saponin.

Manfaat
Daging lengkeng enak dimakan segar dan dap at dibuat minuman dalam kaleng (canning). Bijinya mengandung saponin yang baik untuk sampo pencuci rambut. Daunnya biasa digunakan untuk obat tradisional terhadap penyalat dalam karena mengandung quercetin. Pohonnya dapat digunakan untuk kayu bakar seperti halnya pohon rambutan. Selain itu, tanaman lengkeng bermanfaat untuk taman, pelindung jalan, dan konservasi lahan yang curam.
Syarat Tumbuh
Lengkeng lebih cocok ditanam di dataran rendah antara 200-600 m dpl yang bertipe iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan. Air tanah antara 50-200 cm. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun dengan 9-12 bulan basah dan 2-4 bulan kering. Sementara tanaman led lebih senang pada dataran tinggi antara 900-l.000 m dpl.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman dilakukan dengan cangkok dan okulasi. Perbanyakan dengan biji tidak dianjurkan karena umur berbuahnya cukup lama (lebih dari tujuh tahun). Selain itu, bibit dari biji sering tumbuh menjadi lengkeng jantan yang tidak mampu berbuah. Bibit okulasi/cangkokan mulai berbuah pada umur empat tahun. Budi daya tanaman Lengkeng ditanam pada jarak tanam 8 m x 10 m atau 10 m x 10 m dalam lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah matang sebanyak 20 kg. Pupuk buatan yang diberikan sebanyak l00-300 g urea, 300-800 g TSP (400- 1000 kg SP-36), dan l00-300 g KCl untuk setiap tanaman. Pupuk diberikan tiga kali dalam selang tiga bulan. Setelah panen buah, pemberian pupuk cukup sekali sebanyak 300 g urea, 800 g TSP, dan 300 g KCl per pohon.
Pemeliharaan
Pemeliharaan penting adalah pemangkasan cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Dengan demikian, sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang. Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya,tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga mekar.
Hama dan Penyakit
Hama yang biasa menyerang tanaman lengkeng adalah serangga pengisap buah (Tessaratoma javanica). Kelelawar merupakan binatang hama yang sering merusak buah yang matang. Penyakit yang sering menyerang saat musim hujan adalah mildu seperti yang menyerang tanaman rambutan. Untuk mencegah serangan kelelawar, pentil buah dibrongsong dengan brongsong yang dibuat khusus.
Panen dan Pasca Panen
Musim panen lengkeng di bulan Januari-Februari dengan produksi 300--600 kg per pohon. Lengkeng termasuk buah nonklimakterik sehingga harus dipanen matang di pohon karena tidak dapat diperam. Pemanenan dilakukan dengan alat yang dapat memotong tangkai rangkaian buah. Alat panen berupa gunting bertangkai panjang yang tangkainya dapat diatur dari bawah. Tanda-tanda buah matang adalah warna kulit buah menjadi kecokelatan gelap, licin, dan mengeluarkan aroma. Rasanya manis harum, sedangkan buah yang belum matang rasanya belum manis.

Pemupukan superintensif dilakukan sejak awal penanaman. Pemupukan hingga tahun ke-3 merupakan pupuk dasar berupa NPK 21:21:21. Pada tahun pertama setiap pohon membutuhkan 360 g pupuk dasar. Frekuensi pemberian setiap 2 minggu. Jadi dosis pemupukan 15 g per pohon per 2 minggu. Pupuk dibenamkan ke tanah.

Tahun ke-2 dosis digandakan menjadi 720 g per tanaman per tahun. Dengan frekuensi pemupukan per 2 minggu berarti setiap pohon mendapat 30 g per perlakuan. Pada tahun ke-3 dosis pupuk ditingkatkan menjadi 1.440 g per tanaman per tahun atau 60 g per aplikasi setiap 2 minggu.

Selain pupuk dasar yang dibenamkan ke tanah, tanaman dipupuk melalui daun. Pupuk berupa campuran 15 g NPK 21:21:21, 7,5 g instan CaO, dan 7,5 g double amonium phospat (DAP) yang dilarutkan dalam 1 l air. Satu liter larutan dimanfaatkan untuk menyemprot 10 pohon. Jadi setiap pohon menerima 100 cc. Pada musim hujan, formula itu dicampurkan ke dalam bak air penyiraman.
Pupuk lain, rabuk alami asal kotoran sapi yang diberikan per 6 bulan. Pada tahun pertama, dosis 10 kg per pohon. Pada tahun ke-2 dosis naik jadi 30 kg per pohon per 6 bulan. Tahun ke-3, 50 kg per pohon per 6 bulan; tahun ke-4, 60 kg per pohon per 6 bulan. Mulai tahun ke-6, dosisnya 120 kg per pohon per 6 bulan.

Formula

Pada umur 3 tahun, itoh siap dirangsang untuk berbuah kontinu. Pertimbangannya, tanaman sudah cukup dewasa-lewat masa vegetatif dan siap memasuki masa generatif.

Syarat tanaman siap dirangsang: daun rimbun dan tidak ada tunas baru. Formula zat perangsang berupa campuran 0,5 l pupuk mengandung P dan K tinggi dengan tambahan zat kimia yang mampu menahan pertumbuhan vegetatif, 250 ml pupuk dilengkapi unsur mikro seperti Bo, Co, Cu, Mg, Fe, Mn, Zn, dan No, serta 0,5 kg pupuk NPK 15:10:32. Campuran itu dilarutkan dalam 7,5 l air. Lalu disiramkan ke tanah berjarak 35 cm dari tajuk terluar. Aplikasi cukup sekali.

Pascaperangsangan, tanaman disiram setiap hari-semula frekuensinya 2 hari sekali. Dua bulan pascaperlakuan tanaman berbunga. Pada saat bunga berubah menjadi pentil diberikan pupuk NPK berkomposisi 10:30:30 yang dilengkapi unsur mikro. Dosis 1,2 kg per tanaman per tahun yang diberikan dalam 6 kali aplikasi. Itu sama saja dengan 20 g pupuk per aplikasi. Pemberiannya berbarengan dengan pupuk dasar. Buah dipetik 5 bulan setelah bunga muncul. Tanaman berumur 3 tahun bisa menghasilkan buah hingga 60 kg per pohon.

Pemupukan tahun pertama hingga tahun ketiga disebut pemupukan dasar. 'Pupuk NPK diberikan seimbang karena tanaman masih dalam masa pertumbuhan,' ujar mantan perwira Angkatan Laut itu. Pada tahun keempat, tanaman memasuki fase dewasa alias siap dibungakan dan dibuahkan.

Pupuk produksi

Perlakuan berbeda setelah buah dipanen. Pascapanen tanaman mengalami stres. Makanya diberi pupuk pemulihan berupa pupuk kandang yang telah difermentasi. Dosis pupuk bervariasi 1-2 karung setara 20-50 kg, tergantung kondisi tanaman. Tanaman yang terlihat lebih stres membutuhkan dosis lebih banyak.


Pupuk diberikan dengan cara dibenamkan pada lajur lingkaran sedalam 10-15 cm. Lajur berjarak sekitar ½ m dari tajuk terluar. Pada posisi itulah akar serabut aktif menyerap hara. Setelah pupuk dibenamkan, daerah di bawah tajuk disiram. Tujuannya agar pupuk yang diberikan terlarut dalam tanah. 'Tanaman menyerap pupuk dalam bentuk terlarut, bukan gumpalan atau kristal.

Masa vegetatif berkisar 4 bulan, pembungaan 1-2 bulan, dan pembuahan 6-8 bulan. Pada masa vegetatif pupuk yang diberikan berkadar nitrogen tinggi agar pertumbuhan daun maksimal. Pada fase pembungaan, komposisi diubah menjadi pupuk berkadar fosfor tinggi agar bunga terbentuk dengan baik.

Pada fase terakhir-pembuahan-giliran kalium tinggi yang diberikan. Itu agar kualitas buah optimal. 'Tinggal dilihat masa setiap periode. Misal pada masa vegetatif pupuk dibagi 2 menjadi setiap 2 bulan. Masa pembungaan sekali, masa pembuahan sekali karena saat buah matang sudah tak efektif,' tuturnya. Dengan asumsi di atas, pemupukan paling intensif pada tanaman buah ialah 3-4 kali setahun tergantung kebutuhan.

Musim

Dosis pemupukan pada musim penghujan dan kemarau berbeda. 'Bila dosis sama, pada musim kemarau tanaman bisa mati karena air dalam jaringan tanaman-melalui akar-malah tersedot keluar jaringan. Bukannya pupuk diserap tanaman, malah sebaliknya,
Sementara pada musim penghujan, dosis pupuk mesti lebih banyak. Curah hujan tinggi menyebabkan pupuk gampang tercuci jauh ke lapisan tanah bagian bawah yang tak terjangkau akar. 'Strateginya, selain dosis diperbanyak, frekuensi ditingkatkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar